Sunday, December 8, 2019
Home » ASAS ISLAM » Aqidah » Dosa-Dosa Besar » Mengungkit-ungkit Pemberian

Mengungkit-ungkit Pemberian

Download PDF

 

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan (pahala amal) sedekah kamu dengan perkataan membangkit-bangkit dan (kelakuan yang) menyakiti (perasaan si penerima)” (Al-Baqarah: 264)

Al-Wahidi berkata, “Maksudnya adalah menyebut-nyebut apa yang sudah diberikan”.

Al-Kalbi berkata, “Menyebut-nyebut sedekahnya kepada Allah dan menyakiti perasaan orang yang menerimanya.”

Dalam sebuah hadis disebutkan bahawa Rasulullah s.a.w bersabda:

“Tiga golongan orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat kelak, serta tidak akan dipandang-Nya, dan tidak pula disucikan-Nya, iaitu; orang yang menghulurkan kainnya, orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya, dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu.”

Juga disebutkan sebuah hadis:

“Tiga golongan yang tidak masuk syurga; orang yang derhaka kepada ibu bapanya dan orang yang terus menerus minum arak, dan orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya.”

Dalam hadis lain disebutkan;

“Tidak akan masuk syurga orang yang menipu, orang yang bakhil dan orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian.” 1

Suatu hari, Ibnu Sirin mendengar seorang berkata kepada sahabatnya, “Aku sudah berbuat baik kepadamu. Aku sudah melakukan ini…. dan itu …!” Maka Ibnu Sirin

menegurnya, “Diamlah! Tidak ada kebaikan dalam amal kebajikanmu jika ia disebut-sebut!”.

Sebahagian ulama’ berkata, “Barangsiapa mengungkit-ungkit kebaikannya, dia bukan termasuk orang yang bersyukur; dan barangsiapa merasa bangga dengan amalnya, pahalanya menjadi terhapus.”

Imam Syafi’i berkata,

Janganlah engkau menerima kebaikan dari mereka

Yang akan mengungkit-ungkitnya di hadapanmu

Pilihlah bagi dirimu apa yang menjadi bahagiannya

Dan bersabarlah, kerana sabar itu adalah syurga

Ungkitan seseorang itu apabila melukai hati

Itu lebih sakit dari pada tusukan tombak

 

____________________________________

 

NOTA KAKI:
1 Diriwayatkan oleh At-Tirmizi (2029), Ibnu Majah (3691), Al-Baihaqi, Asy-Syu’ab (10862) dan Al-Kharaithi dalam Al-Masawi’ (359, 360) dari Abu Bakr dan di dhaifkan oleh Asy-Syaikh dalam Al-Jami’ 6354).
· Nota: Saringan oleh www.darulkautsar.net dari buku terjemahan “Al-Kabair (Dosa-dosa Besar)’ karangan Imam Az-Zahabi. Buku terjemahan asal boleh dicapai di sini-
https://drive.google.com/file/d/0B0r1wFGeMOw5eDdpZjM4a2YyRG8/edit
Share...Pin on PinterestShare on Google+Share on FacebookDigg thisPrint this pageShare on RedditTweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Download PDF

Check Also

Mengadu Domba (Namimah)

  Orang yang mengadu domba adalah orang yang menyampaikan cerita dari satu orang kepada yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *