Friday, August 23, 2019
Home » ASAS ISLAM » Aqidah » Dosa-Dosa Besar » Menipu Dan Mengingkari Janji

Menipu Dan Mengingkari Janji

Download PDF

 

Allah berfirman:

Dan sempurnakanlah perjanjian (dengan Allah dan dengan manusia), sesungguhnya perjanjian itu akan ditanya.” (Al-Isra’; 34)

Az-Zajjaaj berkata, “Tiap-tiap yang diperintahkan oleh Allah atau yang dilarangnya itu termasuk dalam `ahd (janji)”

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhi serta sempurnakanlah perjanjian-perjanjian.” (Al-Maidah: 1)

Al-Wahidi berkata, Ibnu Abbas menyebut di dalam riwayat al-Walibi, “(Maka `uhuud) adalah apa-apa yang dihalalkan, yang diharamkan, yang diwajibkan dan apa-apa yang ketetapan hadnya ada di dalam al-Quran.”

Adl-Dahhak berkata, “Al-`uhuud adalah apa-apa yang diwajibkan oleh Allah kepada umat ini supaya memenuhi apa-apa yang dihalalkanNya dan yang diharamkanNya, atau apa-apa yang diwajibkanNya; seperti sembahyang dan kewajiban-kewajiban lainnya. Sedangkan `uquud adalah apa-apa yang sudah ditetapkan oleh Allah berupa kewajiban-kewajiban yang tidak boleh dibatalkan sama-sekali”.

Muqatil bin Hayyan berkata, “Penuhilah aqad-aqad itu”, iaitu yang telah diamanatkan oleh Allah kepada kamu di dalam al-Quran, berupa perintah taat kepadaNya untuk kamu kerjakan, dan berupa larangan untuk kamu jauhi. Juga berupa janji-janji di antara kamu dan kaum musyrikin serta janji-janji yang ada di antara manusia. Wallahu a’lam”

Nabi s.a.w. bersabda:

Maksudnya: Empat perkara yang apabila ada pada diri seseorang maka dia adalah seorang munafik yang sejati. Apabila salah satunya ada pada seseorang maka pada dirinya ada sifat munafik sehingga dia meninggalkannya; jika bercakap berdusta, jika diberi amanat berkhianat, jika berjanji mungkir dan jika bertengkar melampaui batas.”

Baginda s.a.w juga bersabda:

Maksudnya: “Pada hari kiamat kelak setiap penipu akan memiliki bendera dan dikatakan `Inilah pengkhianatan fulan bin fulan.” 1

Rasulullah s.a.w. bersabda:

Maksudnya: “Allah Ta’ala berfirman, `Tiga golongan yang akan Aku menyebutkannya pada hari kiamat kelak: orang yang berjanji dengan menyebut namaKu lalu mengingkarinya, orang yang menjual orang merdeka lalu memakan hasilnya dan orang yang mengambil seseorang bekerja tetapi dia tidak membayar upahnya sedangkan orang itu sudah menyelesaikan pekerjaannya.” 2

Rasulullah s.a.w. bersabda:

Maksudnya: “Barangsiapa melepaskan tangannya dari ketaatan, dia akan menjumpai Allah pada hari Kiamat tanpa dapat membawa hujjah (alasan). Dan barangsiapa mati tanpa ada ikatan bai’ah (janji setia), dia mati dalam keadaan jahiliyah.”3

Rasulullah s.a.w. juga bersabda:

Maksudnya: “Barangsiapa ingin supaya terhindar dari neraka dan masuk ke dalam syurga hendaklah dia meninggal dunia dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhirat. Hendaknya pula dia memperlakukan orang seperti dia ingin orang lain memperlakukan dirinya. Barangsiapa memberi bai’ah kepada seorang pemimpin dengan menjabat tangannya dan itu dilaksanakannya dengan sepenuh hati, hendaknya dia mentaatinya dengan segenap kemampuannya. Jika ada orang lain yang merebut kepemimpinannya pengallah lehernya. 4

 

_____________________________________________________

 

Nota kaki:
1 Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3186) Muslim (1736) Ibnu Majah (2872) dan Ahmad (1/411,417) dari Ibnu Mas’ud. Dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3188), Muslim (1735) dan Abu Daud (2756) dari Ibnu Umar.
2 Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2227, 2270) dan Ahmad (2/242) dari Abu Hurairah.
3 Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1851) dari Ibnu Umar
4 Diriwayatkan oleh Muslim (1844) Abu Daud (4248) An-Nasa’i (7/152,154), Ibnu Majah (4956) dan Ibnu Hibban (5916) dari Ibnu Amr.
· Nota: Saringan oleh www.darulkautsar.net dari buku terjemahan “Al-Kabair (Dosa-dosa Besar)’ karangan Imam Az-Zahabi. Buku terjemahan asal boleh dicapai di sini- https://drive.google.com/file/d/0B0r1wFGeMOw5eDdpZjM4a2YyRG8/edit
Share...Pin on PinterestShare on Google+Share on FacebookDigg thisPrint this pageShare on RedditTweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Download PDF

Check Also

Mengadu Domba (Namimah)

  Orang yang mengadu domba adalah orang yang menyampaikan cerita dari satu orang kepada yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *