Tuesday, April 23, 2019
Home » ASAS ISLAM » Aqidah » Dosa-Dosa Besar » Tidak Menjaga Diri Dari Air Kencing

Tidak Menjaga Diri Dari Air Kencing

Download PDF

 

Allah s.w.t. berfirman:

“Dan pakaianmu, sucikanlah!” (Q.S. al-Muddatstsir:4)

Ibnu ‘Abbas r.a. berkata, “Suatu hari Nabi s.a.w. berjalan melewati dua buah kuburan, lantas baginda bersabda:

“Kedua penghuni kubur ini sedang diazab. Mereka diseksa bukan kerana telah mengerjakan dosa besar, yang seorang suka mengadu domba ke sana ke mari, sedangkan yang seorang lagi tidak menjaga diri dari air kencing”.” 1

Rasulullah s.a.w bersabda, “Jagalah diri dari air kencing, sesungguhnya dari air kencing menyebabkan sembahyang tidak diterima’ 2

l-Hafiz Abu Nu’aim di dalam kitab Hilyatul Auliya’ meriwayatkan sebuah hadits dari Syaqi bin Mani’ al-Ashbahi, dari Rasulullah s.a.w baginda bersabda, “Empat golongan penghuni neraka yang akan mengganggu para penghuni neraka lainnya kerana seksaan yang mereka terima. Mereka beringsut di antara “hamim” (cairan panas yang mendidih) dan “jahim” (api yang menyala berkobar-kobar), sambil berteriak-teriak dan menyumpah seranah. Para penghuni neraka lainnya saling bertanya kepada sesama mereka, ‘Kenapa mereka itu mengganggu kita yang menambah beban seksaan kita!’ Keempat orang itu; yang pertama seseorang yang di atas kepalanya ada peti bara api, kedua seseorang yang berjalan sambil menyeret ususnya, ketiga, seseorang yang memakan daging tubuhnya sendiri. “Rasulullah s.a.w. meneruskan, “Para penghuni neraka akan bertanya-tanya tentang orang yang memikul peti bara api di atas kepalanya, ‘Mengapa orang jahat itu menganggu kita dan menambah beban hukuman saja?’ pertanyaan ini dijawab, ‘Orang jahat itu meninggal sambil membawa beban harta manusia di lehernya.’ Kemudian mereka akan bertanya tentang orang yang berjalan sambil menyeret ususnya, ‘Mengapa orang jahat itu menganggu kita dan menambah beban hukuman saja?’ pertanyaan ini dijawab, ‘Orang jahat itu adalah orang yang tidak peduli di mana air kencingnya mengenai (pakaian atau badannya); ia tidak mencucinya.’ Lalu mereka bertanya tentang orang yang mengalir nanah dan darah dari mulutnya, ‘Mengapa orang jahat itu menganggu kita dan menambah beban hukuman saja?’ pertanyaan ini dijawab, ‘Orang jahat itu adalah orang yang dahulu mendapati kata-kata yang buruk dan dia “menikmatinya” (dalam riwayat lain; dia dahulu makan daging manusia dan berjalan sambil mengadu domba). Lalu mereka bertanya tentang orang yang memakan daging tubuhnya sendiri, ‘Mengapa orang jahat itu menganggu kita dan menambah beban hukuman saja?’ Pertanyaan ini dijawab, ‘Orang jahat itu adalah orang yang dahulu makan daging manusia (mengumpat, menggosip) 3

Mari kita memohon ampunan dan kesejahteraan kepada Allah dengan kurnia dan kemurahan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengasih.

 

 

__________________________________________________

NOTA KAKI:
1. Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1378,6052,1361), Muslim (292), Abu Daud (20), At-Tirmizi (70). An-Nasa’i (1/28-30), Ibnu Majah (347) dan Ahmad (1/225) dari Ibnu Abbas.
2. Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni (1/128) dari Abu Hurairah. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (1/44/2), Ibnu Majah (348), Ad-Daruquthni (1/128). Al-Ajurri dalam Asy-Syariah (hal:362,363) dan Al-Hakim (1/183).
Dan diriwayatkan oleh Ahmad (2/326,388,389) dengan lafaz “ Kebanyakan seksa kubur itu kerana kencing”. Isnadnya sahih menurut syarat Al-Bukhari dan Muslim sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hakim, Az-Zahabi dan Al-Albani. Terdapat penyokong dari Hadits Ibnu Abbas dan Anas. Lihat kembali Al-Irwa (280) dan Sahih Al-Jami’ (3002)
3. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Al-Ghibah (49), Ash-Shamtu (186), Abu Nu’aim (5/167), Ath-Thabrani Kabir (7226) dan Ibnul Mubarak dalam Az-Zawaid Iiz Zuhd (328) dari Syafiy bin Mani. Dia adalah seorang Tabi’in menurut pendapat yang kuat. Adapun haditsnya adalah mursal dan para perawinya tsiqat. Ibnul Mubarak juga meriwayatkan yang seperti itu di dalam Az-Zawaid (336) dan Ibnu Abi Dunya dalam Washfun Nar (37) darinya pula.
· Nota: Saringan oleh www.darulkautsar.net dari buku terjemahan “Al-Kabair (Dosa-dosa Besar)’ karangan Imam Az-Zahabi. Buku terjemahan asal boleh dicapai di sini-
https://drive.google.com/file/d/0B0r1wFGeMOw5eDdpZjM4a2YyRG8/edit
Share...Pin on PinterestShare on Google+Share on FacebookDigg thisPrint this pageShare on RedditTweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Download PDF

Check Also

Mengadu Domba (Namimah)

  Orang yang mengadu domba adalah orang yang menyampaikan cerita dari satu orang kepada yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>